Minggu, 17 Juni 2012

[FF] The Different Of Me 3


 THE DIFFERENT OF ME 3 
Just to the point lets go to the story…
StoryBy: Author/admin @icaargh follow me on twitter or follow this blog
Comment not a must
 Tapi Read wajibbbbb… :D keke(^_^)V #justkidding
Happy Reading Friends!

The Different Of me Chap 3
Krystal POV


“Minho, Dimana kau?” gumamku resah. 
Sudah 20 menit aku menunggu. Tapi Minho tak kunjung menampakkan batang hidungnya.


Alhasil aku pun hanya celingukan sana sini mencari sosok namja yang ku cinta itu. Woah! Kenapa jadi terpikir tentang hubunganku dengan Minho? Harusnya aku fokus pada Hara, Aish.. babo Krystal! Runtukku dalam hati.


Tiba- tiba sebuah mobil bercat silver masuk ke area Namsan Tower menuju tempat parkir.


Itu dia!

Segera ku hampiri mobilnya yang terparkir di antara deretan mobil mewah lainnya.


“Woah! Di sini kau rupanya?” tanyanya sembari menutup pintu mobil BMWnya yang super duper mewahnya. Entah kenapa wajah Minho terlihat sangat cemerlang dan tentunya… tampan. Mulai ku rasakan wajahku panas, merah sepertinya.


“Kau kepanasan lagi, Soo Jung?” tanya Minho membuyarkan suasana canggung kami.


“Ah? A-nio Kajja kita ke atas!” jawabku sekenanya.


“Ah? Ke atas Namsan Tower? Ne ku rasa memang harusnya begitu” jawabnya membuatku tenang.


 Untung saja ia tak menusukku dengan pertanyaan- pertanyaan aneh. Jika ia melakukan itu, aku jamin aku takkan bisa menjawabnya dengan tenang.


“Annyeong Haseyo!” sapaku dan Minho berbarengan pada penjaga pintu masuk Namsan Tower.


“Ah! Ne, Anyeong Haseyo. Wah! Kalian serasi sekali. Sepertinya kalian pasangan baru ya? Sudah berapa lama? Semoga langgeng ya. Silahkan masuk”


Demi apapun jika aku sudah dirasuki setan saat itu, pasti aku sudah menyumpal mulut ahjusi itu dengan gembok cinta yang ku bawa.


Tapi sepertinya untuk sebuah gembok cinta tak layak mendapatkan itu. Harusnya ia digantungkan di tower layaknya gembok- gembok lain. Jadi ku urungkan niat kejamku.


“Mwo?!” Aku tersedak air ludahku sendiri. Yang benar saja aku Yeojachingunya. Yah.. walaupun sebenarnya aku ingin menjadi Yeojachingu Minho, tapi aku kan sedang dalam penyamaran menjadi Soo Jung, bukan Krystal.


“Ne, Kamsahamnida, Ahjussi. Kita memang pasangan baru, Kajja Soo Jung!” ucap Minho sambil menggandeng tanganku yang membuatku tersedak untuk kedua kalinya.


Kali ini bukan tersedak oleh air liurku lagi, tapi ditambah tersedak angin dingin kota SEOUL.


“Malangnya nasibmu Krys” T,T ujarku dalam hati menahan emosi karena tersedak tadi.
Krystal POV END



NO ONE POV


“Kau mau gantung dimana?” tanya Minho pada Soo Jung alias Krystal yang sedari tadi diam.


“N-e? Bagaimana kalo di situ” tunjuk Soo Jung dekat sebuah gembok yang berbentuk bulat errr mungkin oval.


“Ah? Disini ya..” jawab Minho sambil menggantungkan gembok berbentuk love itu. Gembok miliknya dan Soo Jung.


Sesaat Minho malah diam dan mengurungkan niatnya menggantungkan gembok itu. Matanya menangkap sebuah gembok persis di hadapannya. Bukan karena gemboknya aneh. Tapi karena tulisan di gembok itu.


“Minstal, 09-09-2009 . Take me care Minho-ssi. Saranghae ”


Lalu…


“Krystal is mine. Don’t look to other boys! I hope I can be your last love. Nado saranghae”


Minho tertegun untuk sesaat.


“I can’t take care you, Krys” gumam Minho pelan sambil sesunggukan


“Minho-ssi, Gwenchanhayo?” tanya Soojung cemas


“Ani, aku bodoh tak bisa menjaga Krystal dengan baik” lanjut Minho terus sesunggukan


“Minho-ssi, aku tau kau sangat kehilangan, tapi berusahalah melupakannya” ucap Soo Jung hati- hati.


 Melupakan Krystal? BODOH! Kenapa aku menyuruh Minho untuk melupakan aku?! Protes Krystal kesal karena dirinya sendiri.


“Aku takkan bisa melupakannya, Jung”


“Kalau begitu carilah pengganti agar kau bisa melupakannya” Kali ini Soo Jung alias Krystal malah mengeluarkan jawaban diluar pemikirannya.


Oops! Lagi- lagi salah bicara!>,< Runtuk Krystal sambil memukul pelan kepalanya.


“Benarkah? Kenapa tak terpikir olehku” jawab Minho menyunggingkan senyum tipisnya.


“Ayo Choi Minho semangat!!! Fighting!” seru Soo Jung sambil mengangkat tangannya tinggi- tinggi


“Ne, gomawo” balas Minho yang nadanya semakin semangat


Sesaat mereka saling terdiam dan bertatapan satu sama lain. Soo Jung pun risih karena dipandang terus oleh Minho


“Minho-ssi ayo pergi dari sini. Ku rasa aku sudah puas di Namsan” ajak Soo Jung sambil membalikkan badannya tanpa mendengar jawaban Minho.


“Yeppuda..” ucap Minho pelan tapi Soo Jung bisa mendengarnya jelas


“Ne?” tanya Soo Jung pura- pura polos


“Ani, hanya saja kau terlihat cantik” balas Minho yang membuat semburat merah melukisi pipi putih Soo Jung.


“Jinjja? Gomawo” jawab Soo Jung malu. Atau lebih tepatnya salah tingkah.


“Bagaimana kalau aku bisa melupakan Krystal?” lanjut Minho membuat langkah mereka terhenti begitu saja. Dan tentu saja Shock.


“HAH?” teriak Soo Jung heboh. Maklum Soo Jung kan adalah Krystal yang sebenarnya . Kenapa ia mau melupakanku? Pikir Krystal.


“Kenapa kau tak mau aku melupakannya?” tanya Minho heran. Tadi ia yang memberi saran kenapa dia sekarang malah terlihat tak setuju.


“A-ni, hanya saja kau tidak boleh melupakannya berlebihan. Ingat Minho-ssi dia pernah mengisi hatimu juga. Bukalah sedikit ruang kecil untuk menyimpan sedikit perasaanmu padanya. Yah walaupun hanya untuk mengenang” jelas Soo Jung yang pasti ngeles abis.


“Lalu sisanya untuk siapa ya?” tanya Soo Jung bergumam sendiri


“Hm? Sisanya? Kenapa kau bingung? Tentu saja sisanya untuk..” kalimat Minho menggantung membuat Soo Jung memperhatikan Minho lekat- lekat


“Untuk siapa?” tanya Soo Jung penasaran


Minho pun mendekatkan mulutnya ke arah telinga Soo Jung untuk berbisik


“Untukmu..” bisik Minho sambil tersenyum misterius


JRENG!


Soo Jung pun hanya berdiam layaknya di sengat listrik tak bisa berbuat apa- apa. Matanya kosong mendengar ucapan Minho. Ehm. Sebenarnya hatinya sangat berbunga- bunga. Tapi apa daya, demi gengsi ia memasang wajah dingin dan polos.


“Soo Jung?” tanya Minho pelan


Karena tak kunjung menjawab, akhirnya Minho berani mendekatkan wajahnya ke wajah Soo Jung.


“Soo Jung?” tanya Minho lagi. Tetap Yeoja itu bergeming tak bergerak. Bahkan pandangan matanya tetap kosong.


CHU~


Tepat mengenai sasaran pipi Soo Jung


Saat itulah Soo Jung baru sadar dan terhenyak.


“Kau?” tanya Soo Jung panik yang sebetulnya senang-_-“


“Wae? Habis kau tak berbicara atau bergerak jadi aku kira kau kesurupan” jawab Minho sambil terkekeh ringan.


“Huh!” ucap Krystal sambil mengangkat tangannya bersiap memukul lengan Minho.


“Saranghae..” ucap Minho begitu saja dengan nada santai


Yang diajak bicara malah sudah dingin ngefreeze lagi.


“Cape deh!” Minho pun menarik tangan Krystal yang masih ngefreeze di tempatnya menuju ke mobil Minho.


Hara POV


Aku sedang berjalan malas di sekitar area Namsan Tower. Sampai akhirnya aku menangkap 2 sosok yang tidak asing bagiku.


“Minho? Mau apa dia kesini?” tanyaku dalam hati


Ku lihat lagi di sebelahnya.


“Seorang yeoja? Ani, tak mungkin! Dia kan baru saja kehilangan Krystal. Kenapa secepat itu? Namja playboy rupanya cih”


Ku buntuti mereka berdua sampai akhirnya aku mendengar pembicaraan mereka.


“Soo Jung, kau mau kemana lagi?” tanya Minho kakak tiriku. Ehm. Sebetulnya aku berpura- pura menjadi adik kandung Minho.


“Molla..” jawab Yeoja yang ternyata bernama Soo Jung itu.


“Soo Jung?” gumamku sambil terus berpikir. Rasanya nama itu tak asing bagiku.


Ku putuskan untuk pergi dari tempat itu secepat mungkin. Sebelum Minho melihat mobilku terparkir rapi di seberang mobilnya.


“Bisa kau cari tau siapa itu Soo Jung? Berikan hasilnya secepat mungkin” ujarku pada seseorang di telepon sambil tersenyum tipis.


“Ne, saya akan berusaha” jawab panggilan di seberang itu.


Hara POV END


No One POV


“Aku akan punya asisten baru, Oppa” Hara mengitari kamar Minho sambil mengetukkan jarinya ke dagu. Bersiap menunggu respon Oppa tirinya itu.


“Asisten baru? Kelihatannya menarik. Kau kan memang tak bisa mengurus pekerjaan dengan baik” jawab Minho yang lebih terdengar seperti cibiran.


“YA!Oppa! Kenapa malah mencibir sih?! Seharusnya kau tanya asistenku itu namja atau yeoja!” protes Hara


“Ne? Pasti kan Namja. Kau kan lagi mengincar Namja untuk kau jadikan Namjachingumu” jawab Minho lagi membuat Hara bersumpah kalau ini bukan karena rencana busuknya, maka pasti Oppa tirinya ini sudah ia bunuh dari dulu.


“Ani, Oppa salah. Asistenku, Yeoja” ralat Hara cepat


“Lalu? Apakah penting bagiku?” tanya Minho lagi membuat Hara semakin pusing dengan pertanyaan bodoh Oppanya itu.


Hara pun memilih berlalu dari kamar Minho dan mulai menekan keypad ponselnya.


“Yeoboseyo, Bisa kau temui aku di café daerah Itaewon?”


“Ne? Algeseumnida”
No One POV END


Hara POV

“Kau sudah dapat infonya?” tanyaku setengah berbisik. Maklum keadaan di sekitar café yang ku perkirakan bakal ramai, toh ternyata malah sepi seperti ini.


“Sudah, Nyonya. Ini foto- foto dan data yang Nyonya minta”


Ku perhatikan wajah Yeoja di foto itu. Sepertinya tak asing. Wajah itu? Aku pernah melihatnya. Tapi siapa? Ku perhatikan setiap inchi dari foto itu.


Karena tak kunjung mendapat jawaban, maka ku putuskan membuka data- data yeoja yang bernama Soo Jung itu.


“Jung Soo Jung, lulusan Seoul Art University?” gumamku pelan


#Flasback


“Jung Soo Jung imnida, Bangapseumnida”


“Ah, Ne, Hara imnida. Jadi kau asisten baruku?”


“Ne, mohon bimbingannya”


“Tak usah terlalu formal. Oh ya, Soojung-ssi, bagaimana dengan pendidikanmu? Aku menebak sepertinya kau masih sekolah”


“Ani, aku baru saja lulus dari Seoul Management University”


“Oh, kalau begitu selamat bekerja”


“Ne, gamsahamnida”


Flasback END

“Cih, muka dua rupanya” ucapku dalam hati
“Bagaimana, Nyonya Choi?”
“Bagus, bagus, ambil uang ini. Dan jangan panggil aku dengan marga Choi” ucapku sambil menyerahkan sejumlah uang won dengan santai. Maklum aku kan punya usaha sendiri. Appa minho yang mewariskannya untukku.
Dan tentu saja aku harus memanfaatkan kekayaan warisan Appa Minho untuk rencanaku sendiri. Rencana merebut seluruh harta keluarga Choi. Yah namaku Goo Hara. Bukan Choi Hara.
Hara POV END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar