THE DIFFERENT OF ME 3
Just to the
point lets go to the story…
StoryBy: Author/admin
@icaargh follow me on twitter or follow this blog
Tapi
Read wajibbbbb… :D keke(^_^)V #justkidding
Happy
Reading Friends!
The
Different Of me Chap 3
Krystal POV
“Minho,
Dimana kau?” gumamku resah.
Sudah 20 menit aku menunggu. Tapi Minho tak kunjung
menampakkan batang hidungnya.
Alhasil aku
pun hanya celingukan sana sini mencari sosok namja yang ku cinta itu. Woah!
Kenapa jadi terpikir tentang hubunganku dengan Minho? Harusnya aku fokus pada
Hara, Aish.. babo Krystal! Runtukku dalam hati.
Tiba- tiba
sebuah mobil bercat silver masuk ke area Namsan Tower menuju tempat parkir.
Itu dia!
“Woah! Di
sini kau rupanya?” tanyanya sembari menutup pintu mobil BMWnya yang super duper
mewahnya. Entah kenapa wajah Minho terlihat sangat cemerlang dan tentunya…
tampan. Mulai ku rasakan wajahku panas, merah sepertinya.
“Kau
kepanasan lagi, Soo Jung?” tanya Minho membuyarkan suasana canggung kami.
“Ah? A-nio
Kajja kita ke atas!” jawabku sekenanya.
“Ah? Ke atas
Namsan Tower? Ne ku rasa memang harusnya begitu” jawabnya membuatku tenang.
Untung saja ia tak menusukku dengan
pertanyaan- pertanyaan aneh. Jika ia melakukan itu, aku jamin aku takkan bisa
menjawabnya dengan tenang.
“Annyeong
Haseyo!” sapaku dan Minho berbarengan pada penjaga pintu masuk Namsan Tower.
“Ah! Ne,
Anyeong Haseyo. Wah! Kalian serasi sekali. Sepertinya kalian pasangan baru ya?
Sudah berapa lama? Semoga langgeng ya. Silahkan masuk”
Demi apapun
jika aku sudah dirasuki setan saat itu, pasti aku sudah menyumpal mulut ahjusi
itu dengan gembok cinta yang ku bawa.
Tapi
sepertinya untuk sebuah gembok cinta tak layak mendapatkan itu. Harusnya ia
digantungkan di tower layaknya gembok- gembok lain. Jadi ku urungkan niat
kejamku.
“Mwo?!” Aku
tersedak air ludahku sendiri. Yang benar saja aku Yeojachingunya. Yah..
walaupun sebenarnya aku ingin menjadi Yeojachingu Minho, tapi aku kan sedang
dalam penyamaran menjadi Soo Jung, bukan Krystal.
“Ne,
Kamsahamnida, Ahjussi. Kita memang pasangan baru, Kajja Soo Jung!” ucap Minho sambil
menggandeng tanganku yang membuatku tersedak untuk kedua kalinya.
Kali ini bukan
tersedak oleh air liurku lagi, tapi ditambah tersedak angin dingin kota SEOUL.
“Malangnya
nasibmu Krys” T,T ujarku dalam hati menahan emosi karena tersedak tadi.
Krystal POV ENDNO ONE POV
“Kau mau
gantung dimana?” tanya Minho pada Soo Jung alias Krystal yang sedari tadi diam.
“N-e?
Bagaimana kalo di situ” tunjuk Soo Jung dekat sebuah gembok yang berbentuk
bulat errr mungkin oval.
“Ah? Disini
ya..” jawab Minho sambil menggantungkan gembok berbentuk love itu. Gembok
miliknya dan Soo Jung.
Sesaat Minho
malah diam dan mengurungkan niatnya menggantungkan gembok itu. Matanya
menangkap sebuah gembok persis di hadapannya. Bukan karena gemboknya aneh. Tapi
karena tulisan di gembok itu.
“Minstal, 09-09-2009 . Take me care
Minho-ssi. Saranghae ”
Lalu…
“Krystal is mine. Don’t look to other
boys! I hope I can be your last love. Nado saranghae”
Minho
tertegun untuk sesaat.
“I can’t
take care you, Krys” gumam Minho pelan sambil sesunggukan
“Minho-ssi,
Gwenchanhayo?” tanya Soojung cemas
“Ani, aku bodoh
tak bisa menjaga Krystal dengan baik” lanjut Minho terus sesunggukan
“Minho-ssi,
aku tau kau sangat kehilangan, tapi berusahalah melupakannya” ucap Soo Jung
hati- hati.
Melupakan
Krystal? BODOH! Kenapa aku menyuruh Minho untuk melupakan aku?! Protes
Krystal kesal karena dirinya sendiri.
“Aku takkan
bisa melupakannya, Jung”
“Kalau
begitu carilah pengganti agar kau bisa melupakannya” Kali ini Soo Jung alias
Krystal malah mengeluarkan jawaban diluar pemikirannya.
Oops! Lagi- lagi salah bicara!>,< Runtuk Krystal sambil memukul
pelan kepalanya.
“Benarkah?
Kenapa tak terpikir olehku” jawab Minho menyunggingkan senyum tipisnya.
“Ayo Choi
Minho semangat!!! Fighting!” seru Soo Jung sambil mengangkat tangannya tinggi-
tinggi
“Ne, gomawo”
balas Minho yang nadanya semakin semangat
Sesaat
mereka saling terdiam dan bertatapan satu sama lain. Soo Jung pun risih karena
dipandang terus oleh Minho
“Minho-ssi
ayo pergi dari sini. Ku rasa aku sudah puas di Namsan” ajak Soo Jung sambil
membalikkan badannya tanpa mendengar jawaban Minho.
“Yeppuda..”
ucap Minho pelan tapi Soo Jung bisa mendengarnya jelas
“Ne?” tanya
Soo Jung pura- pura polos
“Ani, hanya
saja kau terlihat cantik” balas Minho yang membuat semburat merah melukisi pipi
putih Soo Jung.
“Jinjja?
Gomawo” jawab Soo Jung malu. Atau lebih tepatnya salah tingkah.
“Bagaimana
kalau aku bisa melupakan Krystal?” lanjut Minho membuat langkah mereka terhenti
begitu saja. Dan tentu saja Shock.
“HAH?”
teriak Soo Jung heboh. Maklum Soo Jung kan adalah Krystal yang sebenarnya . Kenapa ia mau melupakanku? Pikir Krystal.
“Kenapa kau
tak mau aku melupakannya?” tanya Minho heran. Tadi ia yang memberi saran kenapa
dia sekarang malah terlihat tak setuju.
“A-ni, hanya
saja kau tidak boleh melupakannya berlebihan. Ingat Minho-ssi dia pernah
mengisi hatimu juga. Bukalah sedikit ruang kecil untuk menyimpan sedikit
perasaanmu padanya. Yah walaupun hanya untuk mengenang” jelas Soo Jung yang
pasti ngeles abis.
“Lalu
sisanya untuk siapa ya?” tanya Soo Jung bergumam sendiri
“Hm?
Sisanya? Kenapa kau bingung? Tentu saja sisanya untuk..” kalimat Minho
menggantung membuat Soo Jung memperhatikan Minho lekat- lekat
“Untuk
siapa?” tanya Soo Jung penasaran
Minho pun
mendekatkan mulutnya ke arah telinga Soo Jung untuk berbisik
“Untukmu..”
bisik Minho sambil tersenyum misterius
JRENG!
Soo Jung pun
hanya berdiam layaknya di sengat listrik tak bisa berbuat apa- apa. Matanya
kosong mendengar ucapan Minho. Ehm. Sebenarnya hatinya sangat berbunga- bunga.
Tapi apa daya, demi gengsi ia memasang wajah dingin dan polos.
“Soo Jung?”
tanya Minho pelan
Karena tak
kunjung menjawab, akhirnya Minho berani mendekatkan wajahnya ke wajah Soo Jung.
“Soo Jung?”
tanya Minho lagi. Tetap Yeoja itu bergeming tak bergerak. Bahkan pandangan
matanya tetap kosong.
CHU~
Tepat
mengenai sasaran pipi Soo Jung
Saat itulah
Soo Jung baru sadar dan terhenyak.
“Kau?” tanya
Soo Jung panik yang sebetulnya senang-_-“
“Wae? Habis
kau tak berbicara atau bergerak jadi aku kira kau kesurupan” jawab Minho sambil
terkekeh ringan.
“Huh!” ucap
Krystal sambil mengangkat tangannya bersiap memukul lengan Minho.
“Saranghae..”
ucap Minho begitu saja dengan nada santai
Yang diajak
bicara malah sudah dingin ngefreeze lagi.
“Cape deh!”
Minho pun menarik tangan Krystal yang masih ngefreeze di tempatnya menuju ke
mobil Minho.
Hara POV
Aku sedang
berjalan malas di sekitar area Namsan Tower. Sampai akhirnya aku menangkap 2
sosok yang tidak asing bagiku.
“Minho? Mau
apa dia kesini?” tanyaku dalam hati
Ku lihat
lagi di sebelahnya.
“Seorang yeoja? Ani, tak mungkin! Dia
kan baru saja kehilangan Krystal. Kenapa secepat itu? Namja playboy rupanya
cih”
Ku buntuti
mereka berdua sampai akhirnya aku mendengar pembicaraan mereka.
“Soo Jung,
kau mau kemana lagi?” tanya Minho kakak tiriku. Ehm. Sebetulnya aku berpura-
pura menjadi adik kandung Minho.
“Molla..”
jawab Yeoja yang ternyata bernama Soo Jung itu.
“Soo Jung?”
gumamku sambil terus berpikir. Rasanya nama itu tak asing bagiku.
Ku putuskan untuk
pergi dari tempat itu secepat mungkin. Sebelum Minho melihat mobilku terparkir
rapi di seberang mobilnya.
“Bisa kau
cari tau siapa itu Soo Jung? Berikan hasilnya secepat mungkin” ujarku pada
seseorang di telepon sambil tersenyum tipis.
“Ne, saya
akan berusaha” jawab panggilan di seberang itu.
Hara POV END
No One POV
“Aku akan
punya asisten baru, Oppa” Hara mengitari kamar Minho sambil mengetukkan jarinya
ke dagu. Bersiap menunggu respon Oppa tirinya itu.
“Asisten
baru? Kelihatannya menarik. Kau kan memang tak bisa mengurus pekerjaan dengan
baik” jawab Minho yang lebih terdengar seperti cibiran.
“YA!Oppa!
Kenapa malah mencibir sih?! Seharusnya kau tanya asistenku itu namja atau
yeoja!” protes Hara
“Ne? Pasti
kan Namja. Kau kan lagi mengincar Namja untuk kau jadikan Namjachingumu” jawab
Minho lagi membuat Hara bersumpah kalau ini bukan karena rencana busuknya, maka
pasti Oppa tirinya ini sudah ia bunuh dari dulu.
“Ani, Oppa
salah. Asistenku, Yeoja” ralat Hara cepat
“Lalu?
Apakah penting bagiku?” tanya Minho lagi membuat Hara semakin pusing dengan pertanyaan
bodoh Oppanya itu.
Hara pun
memilih berlalu dari kamar Minho dan mulai menekan keypad ponselnya.
“Yeoboseyo, Bisa
kau temui aku di café daerah Itaewon?”
“Ne? Algeseumnida”
No One POV END
Hara POV
“Kau sudah dapat infonya?” tanyaku setengah berbisik. Maklum keadaan di sekitar café yang ku perkirakan bakal ramai, toh ternyata malah sepi seperti ini.
“Sudah, Nyonya.
Ini foto- foto dan data yang Nyonya minta”
Ku
perhatikan wajah Yeoja di foto itu. Sepertinya tak asing. Wajah itu? Aku pernah
melihatnya. Tapi siapa? Ku perhatikan setiap inchi dari foto itu.
Karena tak
kunjung mendapat jawaban, maka ku putuskan membuka data- data yeoja yang
bernama Soo Jung itu.
“Jung Soo
Jung, lulusan Seoul Art University?” gumamku pelan
#Flasback
“Jung Soo
Jung imnida, Bangapseumnida”
“Ah, Ne,
Hara imnida. Jadi kau asisten baruku?”
“Ne, mohon
bimbingannya”
“Tak usah
terlalu formal. Oh ya, Soojung-ssi, bagaimana dengan pendidikanmu? Aku menebak
sepertinya kau masih sekolah”
“Ani, aku
baru saja lulus dari Seoul Management University”
“Oh, kalau
begitu selamat bekerja”
“Ne,
gamsahamnida”
Flasback END
“Cih, muka
dua rupanya” ucapku dalam hati
“Bagaimana,
Nyonya Choi?”
“Bagus,
bagus, ambil uang ini. Dan jangan panggil aku dengan marga Choi” ucapku sambil
menyerahkan sejumlah uang won dengan santai. Maklum aku kan punya usaha
sendiri. Appa minho yang mewariskannya untukku.
Dan tentu
saja aku harus memanfaatkan kekayaan warisan Appa Minho untuk rencanaku
sendiri. Rencana merebut seluruh harta keluarga Choi. Yah namaku Goo Hara.
Bukan Choi Hara.
Hara POV END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar